Massimiliano Allegri

Allegri Fokus Singkirkan Milan

Juventus akan menghadapi tantangan berat kala harus menjamu AC Milan di babak perempat final Coppa Italia pada hari Kamis dinihari nanti. Laga itu sendiri akan dihelat di Juventus Stadium dan merupakan partai ulangan pada laga Final Super Coppa Italiana di Doha, Qatar pada bulan Desember lalu. Dimana kala itu, I Rossoneri sukses keluar sebagai juara melalui adu babak penalti.

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri fokus untuk menyingkirkan AC Milan di babak perempat final Coppa Italia

Pertandingan itu membuat sang manajer Massimiliano Allegri fokus untuk menyingkirkan sang lawan. Terlebih berdasarkan catatan dua pertemuan kedua klub sepanjang musim ini, Allegri belum mampu meraih kemenangan dan bahkan harus menelan kekalahan.

Namun meskipun demiikian, manajer asal Italia tersebut akan melakukan sedikit rotasi pemain, seiring dengan jadwal padat dan melihat kondisi para pemain yang sedikit kelelahan.

“Partai melawan Milan akan terasa seperti final. Jadi, saya akan fokus dan berusaha untuk menyingkirkan mereka. Namun saya tetap akan melakukan perubahan dalam susunan starting eleven. Dikarenakan pada pekan lalu saat melawan Lazio, kami bermain dengan sangat intes dan tentu menguras banyak tenaga,”

“Saat ini kami akan mencoba untuk meraih kemenangan kala menjamu Milan di depan para pendukung kami sendiri. Setelah itu kembali di akhir pekan kami harus siap menghadapi perlawanan Sassuolo. Sehingga, melihat hal tersebut dan mempertimbangkan kondisi para pemain, kami akan melakukan perubahan. Saya juga melihat ada sejumlah pemain yang dalam kondisi bugar,”

“Adapun mengenai lini pertahanan, saya akan terlebih dahulu melihat kondisi Giorgio Chiellini yang tampil hebat pada pertandingan sebelumnya. Sedangkan mengenai Leonardo Bonucci, saya rasa Ia akan dapat bermain sejak menit awal, mengingat Ia sudah sembuh dari cedera,”

“Saya juga harus melihat kondisi dari Stephan Lichtsteiner. Tapi yang pasti, siapapun pemain yang akan bermain pada laga nanti, harus siap dan berada dalam kondisi yang terbaik. Karena pertandingan bisa saja berlangsung hingga babak tambahan waktu ataupun adu penalti,” tutup Allegri.

Montella Siap Hadapi Juventus

Sementara dari kubu lawan, manajer AC Milan Vincenzo Montella mengungkapkan bahwa timnya siap untuk menghadapi perlawanan sengit dari Juventus di laga delapan besar Coppa Italia pada haris Kamis dinihari nanti.

Vincenzo Montella

Vincenzo Montella siap untuk membendung perlawanan Juventus

Aroma balas dendam dari kubu tamu tentunya sangat menyuat pada pertandingan yang dihelat di Juventus Stadium nanti. Pasalnya, pertemuan terakhir kedua klub terjadi di partai final Super Coppa Italia pada Desember lalu. Dimana laga itu berhasil dimenangkan oleh Rossoneri melalui babak adu penalti. Bahkan di pertemuan pertama Serie A, Bianconeri juga menelan kekalahan.

“Saya tidak masalah bahwa mereka akan mengusung misi balas dendam. Sehingga dengan demikian mereka akan marah dan tentu otomatis tidak akan terkontrol. Jadi, akan sangat bermanfaat bagi kami untuk kembali mengalahkan mereka, sekaligus menyingkirkan.

“Kami telah siap untuk menghadapi mereka dan juga siap meraih kembali kemenangan. Dengan begitu, kami melangkah ke babak selanjutnya. Kami memiliki skuat tim yang hebat,” ungkap pelatih yang juga berasal dari Negeri Pisa.

Shanghai SIPG Tertarik Datangkan Dani Alves

Disisi lain, pertandingan antara Juventus melawan AC Milan nanti kemungkinan besar tidak akan diperkuat oleh Dani Alves. Pasalnya, sang pemain tengah diisukan akan segera meninggalkan klub dalam bursa musim dingin ini. Bahkan, di beberapa pertandingan, Alves tak dilibatkan oleh sang manajer.

Dani Alves

Shanghai SIPG tertarik datangkan Dani Alves dari Juventus

Melihat kondisi sang pemain yang tak menentu di kubu Bianconeri, membuat salah satu klub raksasa asal Tiongkok, Shanghai SIPG terpincut untuk mendatangkan mantan pemain Barcelona tersebut. Kabarnya, Shanghai memberikan tawaran kepada pemain yang kini sudah berusia 33 tahun tersebut dengan kontrak sebesar £160,000 per minggu.

Alan Pardew

Crystal Palace Resmi Pecat Alan Pardew

Crystal Palace secara mengejutkan mengambil langkah untuk memecat Alan Pardew sebagai pelatih. Laporan tersebut resmi dipublikasikan ke awak media pada tanggal Kamis 22 Desember 2016 waktu setempat.

Alan Pardew

Alan Pardew resmi di pecat oleh Crystal Palace

Adapun alasan pemecatan pelatih asal Inggris tersebut, yakni tidak mampu membawa tim tampil lebih baik di kancah Liga Primer Inggris. Hingga pekan ke 17, The Eagles hanya mampu meraih empat kemenangan saja, tiga hasil seri dan harus menelan kekalahan sebanyak 10 kali. Sehingga, hanya meraih angka sebanyak 15 poin dan bertengger di urutan ke 17. Hanya berjarak satu poin saja dari zona degradasi yang dihuni oleh Sunderland.

Petinggi klub Crystal Palace Steve Parish mengucapkan rasa terima kasih kepada Alan Pardew yang telah melatih klub hingga mencapai akhir musim ini. “Saya ucapkan terima kasih atas jasa Pardew selama ini. Terima kasih atas segala kerja keras dan dedikasinya yang tak pernah kami ragukan. Pardew telah melakukan banyak hal di klub dan telah mengembangkan di berbagai area. Tentu kami terus mendoakan yang terbaik untuknya. Berharap karirnya dapat lebih cemerlang di tempat lain,” tutup Parish.

Manajer kelahiran 18 Juli 1961 itu telah menukangi Crystal Palace sejak bulan Januari 2015. Dimana sebelumnya Ia melatih Newcastle United. Di akhir musim 2015/2016, Pardew mampu mengantarkan Palace finis di posisi ke 10. Namun, di musim yang baru, Pardew tak mampu berbicara banyak. Hasilnya, The Eagles kini menduduki posisi ke 17 yang hanya berjarak satu poin saja dari zona merah.

Walaupun demikian, manajer berkebangsaan Inggris itu mampu mengantarkan Cabaye CS ke partai puncak turnamen FA 2016, kendati harus menelan kekalahan di tangan Manchester United. Laga yang dihelat di Wembley Stadium tersebut berakhir dengan skor 1-2.

Hingga kini, pihak klub belum mengumumkan siapa pelatih baru yang akan menukangi Crystal Palace untuk mengarungi musim 2016/2017. Pada pekan lalu, The Eagles harus kalah 0-1 oleh Chelsea. Sementara itu, di laga berikutnya yang tinggal beberapa hari lagi, Palace akan berhadapan dengan Watford dalam laga bertajuk Boxing Day.

Oscar Resmi Berseragam Shanghai SIPG

Beberapa hari belakangan, rumor mengenai Oscar yang akan bergabung bersama salah satu klub raksasa Liga Super China menjadi pembicaraan yang hangat. Kini, pemain Chelsea tersebut akhirnya resmi berseragam Shanghai SIPG, setelah adanya konfirmasi langsung dari pihak The Blues.

Oscar

Oscar resmi berseragam Shanghai SIPG

Gelandang asal Brasil itu akhirnya merampungkan proses transfernya ke Shanghai SIPG. Dirinya pun telah siap untuk meninggalkan Liga Primer Inggris dan merumput di Chinese Super League (CSL). Adapun nilai transfer pemain kelahiran 9 September 1991 itu tersebut mencapai angka yang fantastis, yakni sebesar €60 juta.

Pemain dengan nama lengkap Oscar Dos Santos Emboaba Júnior bergabung bersama Chelsea di tahun 2012 setelah memutuskan untuk meninggalkan Internacional. Bersama The Blues, Oscar sukses meraih sejumlah trofi bergengsi, diantaranya yakni Liga Europa, Liga Primer dan Piala Liga. Dimana torehan trofi tersebut hanya diraih selama tiga musim pertamanya.

Tetapi, perlahan peran Oscar digantikan oleh Willian. Puncaknya, di bahwa asuhan Antonio Conte dirinya tersisihkan dari skuat utama dan hanya menjadi starter sekali saja.

Oscar: Terima Kasih Chelsea

Oscar yang kini telah resmi berseragam Shanghai SIPG mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Chelsea. “Terima kasih saya ucapkan untuk Chelsea,” ujar Oscar.

Oscar

Oscar ucapkan terima kasih kepada Chelsea

Pemain berkebangsaan Brasil tersebut juga mengharapkan The Blues mampu sukses di akhir musim dan kembali meraih gelar juara. “Semoga, Chelsea mampu meraih gelar juara di akhir musim nanti,” tutup Oscar.

Stefano Pioli

Stefano Pioli Incar Liga Champions

Pelatih Inter Milan, Stefano Pioli berharap mampu membawa timnya terlebih dahulu masuk ke zona Liga Champions untuk musim baru mendatang. Pasalnya, Nerazzurri sudah absen selama empat musim beruntun. Terakhir kalinya berpartisipasi di kejuaraan antarklub di benua Eropa tersebut terjadi pada tahun 2012. Di musim tersebut, pasukan Sang Biru-Hitam harus kandas di babak 16 besar saat melawan wakil Perancis, Marseille.

Stefano Pioli

Stefano Pioli bertekad membawa Inter ke zona Liga Champions musim depan

Padahal sejak tahun 2002, Internazionale tidak pernah putus tampil di Liga Champions. Bahkan, di musim 2003, mampu menembus hingga partai semifinal. Puncaknya, dibawah asuhan Jose Mourinho pada tahun 2010, Javier Zanetti kala itu menjabat sebagai kapten tim, mampu mengangkat trofi si ‘Kuping Besar’.

Di tahun 2010 tersebutlah, Inter Milan mampu menjadi tim yang meraih lima gelar dalam satu musim. Selain gelar juara Liga Champions, tiga gelar lainnya yakni Coppa Italia, Supercoppa Italia, FIFA Club World Cup dan gelar Serie A.

Hal tersebutlah yang memotivasi Pioli untuk kembali membuat Internazionale merajai Eropa. Walaupun Inter sempat terpuruk dibawah kepelatihan Frank de Boer, tetapi dengan raihan empat kemenangan secara beruntun di liga domestik. Kini posisi mereka di tabel klasemen bertengger di urutan ketujuh dengan perolehan 30 poin. Hanya berjarak lima poin saja dari Roma yang berada di posisi runner up.

Pioli mengungkapkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Dirinya menargetkan untuk membawa kembali Inter berpartisipasi di Liga Champions. “Kurasa, kami mampu untuk kembali ke masa kejayaan kami di tahun 2010. Saya percaya akan dapat membawa Inter kembali bermain disana (Liga Champions),” ungkap mantan manajer Lazio.

Tekad Pioli pun juga didukung oleh Suning yang merupakan pemilik baru klub Inter. “Kami akan membantu pelatih untuk meraih target tersebut. Kami siap mengucurkan dana demi merengkut para pemain yang berkualitas demi menyukseskan tim,” ungkap pemilik Sunning.

David Alaba Senang Dapat Bertemu Dengan Arsenal

Bek adalan Bayern Munich, David Alaba menyatakan bahwa dirinya merasa senang lantaran bertemu kembali dengan Arsenal di babak 16 besar Liga Champions. Alasannya, lantaran Alaba di masa kecil merupakan fans Meriam London.

David Alaba

David Alaba senang kembali bertemu Arsenal yang merupakan tim favoritnya di masa kecil

Tercatat, bahwa laga antara Bayern Munich melawan Arsenal sudah terjadi sebanyak tiga kali dalam empat tahun terakhir. Dimana, Die Roten sukses meraih tiga kali kemenangan dari enam pertemuan. Kemenangan tersebut pun sekaligus menyingkirkan The Gunners di fase gugur.

Alaba sendiri pernah mencetak gol ke gawang tim yang dirinya kagumi. Kala itu, Bayern mampu mempermalukan Alexis Sanchez di Allianz Arena dengan skor yang sangat telak 5-1 pada fase kualifikasi grup.

“Saya senang sekali dapat melawan tim yang saya kagumi. Arsenal adalah tim favorit saya di masa kecil. Bermain di London pun sangat fantastis. Layaknya bermain di kandang sendiri,” ungkap bek yang baru berusia 24 tahun tersebut.

Dijadwalkan, Bayern Munich akan terlebih dahulu bertindak sebagai tuan rumah pada tanggal 15 Februari 2017. Sementara di leg kedua, giliran Arsenal yang menjadi tuan rumah di Emirates Stadium yang berlangsung pada 8 Maret 2017.

Hamsik Bahagia Bertemu Real Madrid

Tak hanya Alaba yang senang menyambut undian babak 16 besar Liga Champions. Lantaran pemain Bayern Munich tersebut harus berhadapan dengan tim favoritnya yakni Arsenal. Kapten Napoli, Marek Hamsik juga mengungkapkan kebahagiannya, kala melawan Real Madrid di fase gugur nanti.

Marek Hamsik

Marek Hamsik merasa bahagia harus berhadapan dengan Real Madrid

“Saya justru merasa bahagia dapat bertemu tim sekelas Real Madrid. Lantaran mereka saat ini menjadi tim terbaik dengan meraih beberapa gelar. Tetapi, kami telah melakukan berbagai hal baik di beberapa tahun belakangan. Jadi, sudah saatnya kami melakukan hal yang luar biasa,” ujar Hamsik.

Juventus vs Roma

Juventus Taklukkan Serigala Ibukota

Juventus sukses menaklukkan AS Roma dalam lanjutan matchday ke 17 Serie A. Gol tunggal pemain termahal di liga domestik Italia, Gonzalo Higuain cukup membawa Nyonya Tua meraih tiga poin dan memberikan senyuman untuk para pendukung yang hadir memenuhi Juventus Stadium, Turin.

Juventus vs Roma

Juventus sukses taklukkan Roma dalam lanjutan matchday 17 Serie A

Dengan raihan poin sempurna tersebut, posisi Juve semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan 42 poin. Posisi ini cukup aman dari para pesaing terdekatnya. Lantaran, berjarak tujuh poin dari Serigala Ibukota yang pada Minggu dinihari lalu mampu dikalahkan.

Sementara itu, kekalahan yang diderita Roma tidak membuat posisinya di runner up terganggung. Totti CS masih berada di urutan kedua dengan perolehan 35 poin. Tentu posisi tersebut tidaklah aman, mengingat Napoli yang mampu mengalahkan Torino di hari yang sama, kini posisinya naik ke peringkat tiga dengan hanya berselisih satu poin saja.

Di urutan keempat, ditempati oleh Lazio yang memiliki poin sama dengan Partenopei Gli Azzurri. Namun hanya kalah selisih keunggulan gol saja. Sedangkan Milan yang pada dua pekan lalu menempati posisi kedua, kini harus puas berada di urutan kelima dengan hanya raihan 33 angka.

Jalannya Laga Juventus vs AS Roma

Sejak peluit dibunyikan, laga berjalan dengan sangat ketat dan keras. Salah satu momen di menit awal pertandingan yang membuat para fans tuan rumah berteriak adalah ketika striker mereka, Mario Mandzukic yang bertabrakan dengan Kostas Manolas. Stiker asal Croatia tersebut harus terlempar ke arah papan iklan. Ia terlihat kesakitan akan kejadian tersebut.

Gol tunggal Higuain

Gol tunggal Higuain cukup mengantarkan Juventus meraih kemenangan atas Roma

Juventus yang bertindak sebagai tuan rumah, mampu mengendalikan permainan dan menguasai bola. Higuain hampir saja membuat seisi stadion berteriak gol setelah menerima umpan silang dari Mandzukic. Namun, Wojciech Szczesny sukses mengantisipasi arah bola dengan baik.

El Pipita pun terus berusaha keras untuk menyarangkan bola ke gawang lawan. Hasilnya, striker yang baru ditransfer pada musim panas lalu dari Napoli mampu mengiring bola dengan baik ke area kotak penalti dan melewati hadangan Manola serta Daniele De Rossi secara bersamaan. Ia pun langsung menendang bola dengan keras ke arah gawang Szczesny. Kiper berkebangsaan Polandia tersebut tak mampu menahan derasnya laju bola. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah dan berakhir hingga babak pertama selesai.

Pada babak kedua, pelatih Roma Luciano Spalletti merubah skema permainan dengan memasukkan Salah yang menggantikan Gerson. Walaupun winger asal Mesir tersebut belum fit 100 persen, namun terpaksa dimainkan, guna mengejar ketertinggalan.

Masukknya mantan punggawa Chelsea tersebut terbukti membuat perubahan di lini permainan Serigala Ibukota. Dengan kecepatan yang Ia miliki, mampu mengacak-acak lini pertahanan sisi sebelah kanan. Tetapi sayang, umpan silang maupun tembakannya belum dapat merobek jala gawang tuan rumah yang dikawal oleh Buffon.

I Giallorossi mendapatkan kesempatan emas di akhir-akhir laga. Umpan silang Salah ke arah kotak penalti lawan, mampu disambar oleh Diego Perotti. Namun sayang, tendangannya masih sangat lemah dan dengan mudah kiper kelas dunia mengantisipasi bola tersebut. Papan skor tidak berubah, gol semata wayang Higuain sudah cukup menaklukkan Roma di Juventus Stadium.

Allegri: Perjalanan Masih Jauh

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri mengingatkan agar tetap fokus di setiap laga

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengingatkan kepada para pemainnya, bahwa perjalanan untuk mempertahankan Scudetto masih jauh. “Kemenangan ini sangat berarti untuk kami demi memperkokoh posisi di puncak klasemen dan semakin memperlebar jarak dari kejaran para pesaing. Namun, perjalanan mempertahankan gelar juara masih jauh. Mari kita tetap fokus di setiap laganya,” ujar mantan manajer Milan.

Barcelona vs Espanyol

Barcelona Sukses Taklukkan Espanyol

Barcelona mampu mengatasi perlawanan saudaranya sendiri, Espanyol dengan skor 4-1. Luis Suarez berhasil keluar sebagai pemain terbaik dalam laga yang dihelat di Camp Nou tersebut dengan sukses menorehkan brace atau dua gol. Jordi Alba dan sang mega bintang Lionel Messi melengkapi dua gol sisanya. Sementara sang tamu, hanya mampu membalas satu gol melalui kaki David Lopez.

Barcelona vs Espanyol

Luis Suarez keluar sebagai pemain terbaik dalam laga Barcelona melawan Espanyol

Dengan raihan tiga poin di kandang sendiri, pasukan Los Blaugrana mampu memangkas jarak dengan sang pemuncak klasemen yang sejauh ini masih diklaim oleh sang rival, Real Madrid. Hingga pekan ke 16, Messi Cs masih bertengger di urutan kedua dengan perolehan angka sebanyak 34 poin. Berjarak hanya tiga poin saja atau satu pertandingan dengan sang musuh abadi, El Real.

Namun jarak poin tersebut masih dapat bertambah, lantaran laga antara Valencia melawan Real Madrid di matchday 16 La Liga Spanyol harus tertunda. Karena sang jawara Liga Champions musim lalu, harus terbang ke Jepang untuk mengikuti turnamen piala dunia antar klub.

Barcelona vs Espanyol

Laga antara Bercelona melawan Espanyol yang berlangsung di Stadion Camp Nou pada hari Minggu dinihari tadi, berakhir dengan skor 4-1 untuk keunggulan sang tuan rumah.

Sesuai dengan prediksi, bahwa Los Blaugrana akan mampu melewati hadangan saudaranya sendiri dalam matchday 16 La Liga Spanyol. Terbukti sejak peluit panjang ditiupkan oleh sang pengadil lapangan tanda dimulainya pertandingan, kubu tuan rumah langsung menguasai permainan bola.

Barcelona vs Espanyol

Barcelona mampu melewati Espanyol dalam matchday 16 La Liga Spanyol

Di menit ke 18, gol yang ditunggu-tunggu oleh Cules (julukan pendukung Barcelona) akhirnya tercipta. Luis Suarez yang mendapatkan bola sodoran dari sang kapten Andreas Iniesta, mampu dimanfaatkan dengan baik oleh sang striker bernomor punggung sembilan. Papan skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan sang tuan rumah dan bertahan hingga babak pertama selesai.

Babak kedua dimulai dengan intensitas yang tinggi oleh pasukan Luis Enrique. Alhasil, pada menit ke 67, Suarez kembali menjadi pencetak gol kedua. Pemain berkebangsaan Uruguay tersebut begitu mudah menaklukkan kiper lawan di dalam kotak penalti setelah mendapatkan bola pantulan di area kotak 12 pas.

Hanya dua menit berselang, giliran Jordi Alba yang semakin menjauhkan keunggulan Barca oleh lawannya. Pemain bernomor punggung 18 tersebut, memanfaatkan umpan dari Messi yang melakukan akselerasi kedalam lini pertahanan Espanyol. Dengan tendangan kerasnya melalui kaki kiri, Alba menjadikan papan skor kembali berubah 3-0.

Namun, ketertinggalan tiga gol tak membuat Diego Lopez CS menyerah begitu saja. Pasukan Periquitos berusaha keluar dari tekanan. Alhasil, David Lopez mampu memperkecil kedudukan menjadi 3-1. Gol tercipta dari skema serangan balik yang dimotori oleh Caicedo dan memberi umpan ke Gerard Moreno yang berada di jantung perlawanan Pique dkk. Morena pun langsung memberi umpan tarik ke Lopez yang berhasil dieksekusi dengan baik.

Tetapi, di akhir-akhir pertandingan, Lionel Messi mempertegas kemenangan Barca atas Espanyol yang berhasil memanfaatkan umpan dari Suarez untuk dikonversikan menjadi sebuah gol. Skor akhir 4-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Suarez: Kemenangan Demi Kemenangan Akan Kami Raih

Luis Suarez

Luis Suarez mengungkapkan bahwa timnya akan meraih kemenangan di setiap laganya

Luis Suarez yang pada laga Barcelona melawan Espanyol menjadi pemain terbaik, mengungkapkan bahwa timnya akan meraih kemenangan demi kemenangan untuk berjuang meraih gelar juara di akhir musim. “Tentu tim kami akan terus berusaha keras demi memenangkan setiap laganya. Perjalanan masih jauh dan perebutan gelar juara masih terbuka lebar untuk kami. Kami harus tetap fokus di setiap minggunya dan keluar sebagai pemenang,” ujar Suarez.

Milan vs Atalanta

Milan vs Atalanta, Kembali Ke Jalur Kemenangan

Giornata 17 Serie A akan dihiasi dengan satu laga antara AC Milan melawan Atalanta. Dimana kedua klub sama-sama terluka pada akhir pekan lalu. Laga tersebut akan dihelat di Stadio San Siro, Milano pada tanggal 18 Desember 2016 dan akan dimulai pada pukul 00.00 WIB.

Milan vs Atalanta

Milan vs Atalanta tersaji pada akhir pekan nanti

Kedua tim sama-sama merasakan kekalahan pada giornata ke 16. Milan harus takluk saat bertandang ke Stadio Olimpico, markas AS Roma. Gol tunggal Radja Nainggolan sudah cukup untuk membantu Serigala Ibukota meraih kemenangan ketiga kalinya secara beruntun. Sementara, Atalanta harus tumbang di hadapan para pendukungnya sendiri, kala menghadapi Udinese. Gol Zapata, Fofana dan Thereau hanya mampu dibalas satu gol oleh Kurtic.

Tentu, kedua tim, baik kubu tuan rumah maupun sang tamu sama-sama mengincar kemenangan pada laga hari Minggu dinihari mendatang. Dengan kemenangan, membuat tingkat kepercayaan diri para pemain kembali meningkat dan tentu memperbaiki posisi masing-masing tim di tabel klasemen.

Sejauh ini, i Rossoneri bertengger di urutan ketiga dengan perolehan 32 poin. Dimana sejatinya mereka mampu berada di posisi runner up, andai pada pertandingan melawan AS Roma lalu, berhasil keluar sebagai pemenang. Kini, Milan berjarak tiga poin dari pesaing diatasnya dan tujuh poin dari sang pemuncak klasemen yang masih dipegang oleh sang juara bertahan, Juventus.

Sedangkan, La Dea hingga memasuki pekan ke 17, mampu bertahan di papan tengah. Kini, mereka menduduki urutan keenam dengan raihan 28 poin. Hanya berjarak tiga poin saja dari penghuni diatasnya, yakni Lazio dan dua poin dari pesaing terdekatnya, Fiorentina yang secara perlahan mampu memperbaiki performanya.

Statistik Laga Milan vs Atalanta

Laga pada hari Minggu dinihari mendatang yang akan dihelat di Stadio San Siro, merupakan pertemuan kedua kalinya sepanjang tahun 2016 ini. Dimana, pada laga terakhir atau tepatnya pertandingan pertama tahun ini, Atalanta berhasil keluar sebagai pemenang. Kala itu, laga berlangsung di Stadio Atleti Azzuri d’Italia, Bergamo yang berakhir dengan kedudukan 2-1. Padahal, Milan sudah unggul di menit awal babak pertama, tetapi tuan rumah sukses mengembalikkan keadaan tersebut.

Stadio San Siro

San Siro menjadi venue laga antara Milan vs Atalanta

Sementara itu, pertandingan terakhir yang dilangsungkan di markas Milan. Laga tersebut harus berakhir dengan skor yang sama kuat. Dimana, tidak ada satu gol pun yang tercipta. Skor kacamata bertahan hingga 90 menit.

Secara keseluruhan, dalam lima pertandingan terakhir, i Rossoneri sukses keluar sebagai peraih poin sempurna sebanyak tiga kali dan hanya sekali harus menelan kekalahan. Satu laga sisanya, berakhir dengan kedudukan imbang.

Jika berdasarkan pada laga yang dilakoni masing-masing tim. Milan harus mengakui kehebatan Roma dengan skor tipis 1-0. Gol penentu kemenangan tersebut, diciptakan oleh gelandang asal Belgia yang memiliki darah Indonesia, yakni Nainggolan. Atalanta juga meraih hasil buruk. Dimana, mereka yang bermain di depan para pendukungnya sendiri, justru harus takluk oleh Udinese dengan skor 1-3.

Kekuatan Lini Per Lini Milan Vs Atalanta

Menilik kekuatan yang dimiliki oleh kedua klub. Tentu kubu tuan rumah diatas kertas seharusnya mampu memenangkan laga tersebut. Secara, mereka merupakan salah satu tim raksasa di tanah Italia. Namun tetapi, sepakbola tidak dapat dihitung-hitung. Mungkin saja Atalanta mampu mengejutkan publik dan pulang dengan mengantongi poin penuh.

Milan vs Atalanta

Milan lebih unggul dalam lima laga terakhir melawan Atalanta

Pelatih AC Milan, Vicenzo Montella akan tetap menggunakan formasi 4-3-3. Lapadula, Niang dan Suso mengisi lini serang. Pasalic, Locatelli dan Bertolacci berperan di lini tengah. Abate, Paletta, Romagnoli dan Sciglio di sisi pertahanan. Penjaga gawang oleh Donnarumma.

Gasperini selaku pelatih Atalanta, mengandalkan Gomez dan Petagna di posisi depan dalam format 3-5-2. Kurtic, Conti, Kessie, Gagliardini dan Spinazzola berbagi peran di sisi tengah permainan. Masiello, Caldara dan Rafael Toloi menjaga lini belakang serta Sportiello sebagai kiper.

Everton vs Arsenal

Berita Bola Arsenal Gagal Kudeta Chelsea Di Puncak Klasemen

Arsenal tak mampu kembali mengkudeta rival sekota mereka, Chelsea di puncak klasemen, lantaran harus takluk oleh Everton dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke 16. Hasil tersebut merupakan kekalahan kedua The Gunners dalam kejuaraan liga domestik, setelah pada laga pembuka, mereka harus takluk ditangan Liverpool dengan skor 3-4.

Kubu Meriam London pada menit-menit awal babak pertama, langsung memberikan serangan ke lini pertahanan lawan. Hasilnya, menit ke 20, tendangan bebas Alexis Sanchez yang sedikit membentur Williams, tak mampu diantisipasi oleh Stekelenburg dan skor 0-1 untuk keunggulan tamu.

Everton vs Arsenal

Everton berhasil menaklukkan Arsenal dengan skor 2-1

Tertinggal satu gol, membuat pasukan The Toffes meningkatkan intensitas serangan. Namun, upaya-upaya tuan rumah tak membuahkan hasil. Hingga akhirnya di penghujung waktu babak pertama, Coleman mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat umpan manis dari Baines yang mampu disundul dengan baik kearah gawang.

Skor 1-1 bertahan hingga jeda waktu rehat. Di babak kedua, kubu tamu kembali langsung mengambil inisiatif untuk memberikan tekanan ke lini belakang lawan yang dikawal oleh Phil Jagielka. Namun, tak ada peluang yang berhasil dikonversikan menjadi sebuah gol.

Ronald Koeman, sedikit merubah taktik permainan dengan menarik keluar Aaron Lennon dan digantikan perannya oleh Kevin Mirallas. Begitu pula dengan Arsene Wenger yang melakukan pergantian pemain dua sekaligus. Oliver Giroud masih menggantikan Theo Walcott dan Alex Iwobi masuk untuk mengisi posisi Alex Oxlade Chamberlain.

Koeman kembali memasukkan satu pemain demi meraih kemenangan. Pemain muda bertalenta, Dominic Calvert Lewin masuk menggantikan Enner Valencia. Hasilnya, di menit ke 86, Ashley Williams mampu membawa Everton mengembalikkan keadaan menjadi 2-1. Williams memaksimalkan umpan sepak pojok yang dieksekusi dengan baik oleh Barkley.

Skor 2-1 untuk keunggulan The Toffes bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Namun, semenit sebelumnya, kapten Everton, Jagielka harus menerima kartu merah, lantaran melanggar Sanchez. Tentu hal tersebut membuat kerugian bagi kubu tamu, pasalnya Derby Merseyside akan tersaji akhir pekan nanti.

Dengan kemenangan ini, posisi Everton naik dua peringkat dari sebelumnya di urutan kesembilan, kini mengklaim posisi ketujuh dengan perolehan 23 poin. Akhir pekan nanti, klub yang bermarkas di Goodison Park ini akan menghadapi Liverpool.

Sementara kekalahan yang diderita oleh pasukan Meriam London, tak mampu mengambil puncak klasemen dan harus puas di urutan runner up dengan raihan 34 poin. Berjarak tiga poin dari Chelsea. Laga berat pun akan menghadang Arsenal di akhir pekan nanti, dimana akan melawan Manchester City.

Koeman: Kemenangan Yang Berharga

Pelatih Everton, Ronald Koeman mengungkapkan bahwa kemenangan ini sangatlah istimewa. Berhasil mengalahkan tim sebesar Arsenal adalah hasil yang berharga. Mengingat dalam lima laga sebelumnya, The Toffes tak pernah merasakan kekalahan.

Ronald Koeman

Ronald Koeman saat memberikan pernyataan usai laga Everton vs Arsenal

“Kemenangan ini terasa sangatlah berharga. Dimana kami mampu mengalahkan mereka (Arsenal) yang merupakan tim besar. Selain itu, kemenangan ini juga memutus tren negatif kami dalam lima laga sebelumnya,” ujar Koeman.

Berita Bola Terbaru Wenger Merasa Kecewa Dengan Kekalahan Atas Everton

Dilansir dari sumber resmi berita bola terkini kekalahan kedua yang dirasakan oleh Arsenal kala menghadapi Everton, tentu membuat sang pelatih Arsene Wenger merasa kecewa. Pasalnya, kekalahan ini tak dapat memuncaki klasemen sementara Liga Inggris yang sejauh ini masih diklaim oleh Chelsea.

Arsene Wenger

Arsene Wenger merasa kecewa atas kekalahan melawan Everton

“Tentu kekalahan ini membuat kami merasa kecewa. Kekalahan yang membuat kami tak berhasil kembali merebut puncak klasemen. Namun, saatnya fokus pada laga selanjutnya. City telah menanti kami di akhir pekan nanti,” ujar The Professor.

AS Roma vs AC Milan

Roma Sukses Taklukkan Milan

AS Roma berhasil menaklukkan tamunya, AC Milan dalam lanjutan Serie A giornata ke 16. Laga yang dihelat di Stadio Olimpico tersebut, berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Serigala Ibukota. Satu-satunya gol diciptakan oleh Radja Nainggolan pada menit ke 62.

AS Roma vs AC Milan

AS Roma vs AC Milan yang berakhir untuk keunggulan tuan rumah

Tentu dengan kemenangan tersebut, Roma berhasil mengamankan peringkat kedua dalam tabel klasemen sementara Serie A, dengan raihan 35 poin. Berjarak empat poin dari sang pemuncak klasemen, yang saat ini masih diklaim oleh Juventus. Si Nyonya Tua memantapkan posisinya berkat kemenangan melawan Torino dalam Derby Turin dengan skor 1-3.

Sementara itu, kekalahan yang diderita oleh Milan, membuat posisinya tetap berada di urutan ketiga dengan raihan 32 poin. Tentu posisi tersebut tidaklah aman, lantaran Napoli yang berada dibawahnya, hanya terpaut satu angka saja. Begitu pula dengan Lazio yang juga sama-sama mengumpulkan 31 poin.

AS Roma vs AC Milan

Laga antara Roma melawan Milan berjalan dengan ketat. Sejak menit awal, kedua klub sudah menunjukkan kualitas yang dimilikinya. Pasukan Vincenzo Montella pun yang bertindak sebagai tamu, tak merasa gugup bermain di depan para pendukung tuan rumah. Sejumlah peluang berhasil mereka ciptakan.

Radja Nainggolan

Radja Nainggolan saat melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya

Terbukti pada menit ke 27, i Giallorossi seharusnya mampu unggul 0-1, andaikan saja penalti yang dieksekusi oleh M’Baye Niang tidak mampu ditebak sempurna oleh Wojciech Szczesny. Hadiah tendangan duabelas pas ini diberikan oleh wasit, lantaran Lapadula dilanggar oleh sang kiper lawan.

Masing-masing tim terus melancarkan serangan ke gawang lawan. Namun, karena buruknya penyelesaian akhir, membuat babak pertama harus berakhir dengan skor kacamata.

Babak kedua dimulai, intensitas kedua klub semakin meningkat. Luciano Spalletti merubah skema taktikal. Dimana El Shaarawy yang dimasukkan pada babak pertama menggantikan Bruno Perez. Menjadikan serangan Serigala Ibukota lebih variatif. Alhasil, pada menit ke 62, Radja Nainggolan berhasil menciptakan gol dan membuat timnya unggul 1-0 atas lawannya.

Gelandang yang memiliki darah Indonesia tersebut, berhasil menyarangkan bola ke gawang Milan yang dikawal oleh kiper muda bertalenta, Donnarumma, setelah memanfaatkan umpan dari Kostas Manolas. Pemain berkebangsaan Belgia tersebut mencetak gol dari luar kotak penalti, berkat tendangan kerasnya yang mengarah ke sisi kanan, yang tak mampu dibendung oleh sang kiper.

Sang tamu pun langsung merespon ketertinggalan tersebut dengan memasukkan Fernandez yang menggantikan Bertolacci di menit ke 66. Namun pergantian tersebut tak membuahkan hasil. Lima menit berselang, Lapadula ditarik keluar dan digantikan perannya oleh Luiz Adriano. Enam menit sebelum pertandingan berakhir, Pasalic masuk untuk menggantikan Honda di lini gelandang serang.

Pergantian tiga pemain tersebut, tak juga mampu menyarangkan gol ke gawang Roma. Sementara kubu tuan rumah, tak memasukkan satu pemain pun di babak kedua. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir, skor 1-0 tetap bertahan. Gol tunggal Nainggolan, cukup mampu mengalahkan AC Milan.

Radja Nainggolan: Senang Mampu Membantu Tim Meraih Kemenangan

Laga antara AS Roma melawan AC Milan berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Serigala Ibukota. Radja Nainggolan keluar sebagai pahlawan, berkat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau oleh kiper lawan. Nainggolan pun mengungkapkan rasa kebahagiaannya, lantaran golnya mampu membantu tim meraih kemenangan.

Radja Nainggolan

Radja Nainggolan mengungkapkan kebahagiaannya setelah membantu tim meraih kemenangan

“Saya merasa sangat bahagia dengan kemenangan ini. Terlebih lagi, gol saya mampu membantu tim untuk meraih poin penuh dan memberikan senyuman untuk para pendukung yang datang memenuhi stadion. Semoga saya terus memberikan penampilan terbaik saya, demi membantu tim meraih kemenangan disetiap laganya,” ujar Nainggolan.

Malaga vs Granada

Malaga vs Granada, Laga Pembuka Jornada 15

Jornada ke 15 La Liga akan kembali bergulir pada akhir pekan nanti. Laga antara Malaga melawan Granada menjadi pembuka. Pertandingan tersebut, akan berlangsung di Estadio La Rosaleda, pada tanggal 10 Desember 2016 dan akan dimulai pada pukul 02.45 WIB atau Sabtu dinihari.

Malaga saat ini menduduki posisi ke 11, dengan perolehan 20 poin. Jumlah poin tersebut didapatkan dari hasil lima kemenangan, lima meraih hasil imbang dan harus menelan pil pahit sebanyak empat laga. Dimana pada pertandingan terakhir, Boquerones yang bertandang ke markas Valencia, mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 2-2.

Estadio La Rosaleda

Estadio La Rosaleda stadion Malaga

Sementara sang tamu, dari empatbelas laga yang telah dilakoni, berhasil mengumpulkan poin sebanyak delapan poin saja. Granada meraih lima hasil skor sama kuat, delapan kali harus dilalui dengan kekalahan dan hanya sekali saja meraup poin sempurna. Raihan tiga poin tersebut didapatkan pada pertandingan terakhir kala bermain melawan Sevilla. Laga yang dihelat di Estadio Nuevo Los Cármenes berakhir dengan skor 2-1.

Kedua tim tentu akan mengeluarkan permainan terbaiknya demi meraih kemenangan. Dimana, dengan meraih poin sempurna, kedua klub sama-sama mampu memperbaiki tangga klasemen. Terlebih bagi Granada yang saat ini berada di zona degradasi. Tentu akan melanjutkan kemenangan agar mampu secara perlahan keluar dari zona merah.

Catatan pertemuan antara Malaga vs Granada, dalam lima laga terakhir. Kubu yang akan menjadi tuan rumah Sabtu dinihari nanti, mampu lebih unggul dengan meraih dua kemenangan. Sedangkan sang tamu, hanya sukses mengunci satu raihan poin penuh saja. Dua laga harus berakhir dengan hasil imbang. Sementara di pertemuan terakhir, kedua tim harus sama-sama meraih satu poin dan pada laga tersebut tak tercipta gol satu pun.

Skuat Antara Malaga vs Granada

Laga antara Malaga melawan Granada akan menghiasi pekan ke 15 La Liga Spanyol. Kedua tim sama-sama berusaha meraih tiga poin, demi meningkatkan rasa kepercayaan diri, terlebih untuk memperbaiki posisi mereka masing-masing demi terus berjuang di kasta tertinggi liga Spanyol.

Untuk itu, sang pelatih Malaga, Juande Ramos akan menurunkan sebelas pemain terbaiknya demi memberikan senyuman bagi para supporter yang memenuhi stadion. Ramos menerapkan formasi 4-5-1, dengan Michael Santos yang diperankan sebagai satu satunya striker.

Malaga vs Granada

Malaga vs Granada menyajikan laga yang ketat

Lima gelandang secara berurutan yang mengisi lini tengah, yakni Castro, Anor, Javi Ontiveros, Ignacio Camacho dan Pablo Fornals. Sementara lini pertahanan, dipimpin oleh Miguel Torres yang berduet dengan Villanueva dan Ricca pada posisi kiri serta sebelah kanan di isi oleh Rosales. Urusan penjaga gawang, dipegang oleh Boyko.

Sedangkan dari kubu tamu, Lucas Alcaraz pelatih Granada, tidak akan merubah skuat terbaiknya kala berhasil memenangkan perlawanan saat berhadapan dengan Sevilla. Formasi 4-5-1 tetap diterapkan, dengan striker utama adalah Kravets.

Pertarungan lini tengah, diperankan oleh Carcela, Andreas Pereira, Boga, Sergi Samper dan Agbo. Lini pertahanan, diserahkan oleh Foulquier, Lomban, Saunier dan Gabriel Silva. Sang kiper tetap ditugaskan oleh Ochoa.

Lucas Alcaraz: Lanjutkan Kemenangan

Pelatih Granada, Lucas Alcaraz mengungkapkan bahwa timnya siap untuk melanjutkan tren kemenangan. Dirinya yakin, walau harus bermain di kandang lawan, akan mampu keluar sebagai pemenang. “Dengan skuat tim yang ada, saya rasa kami akan memenangkan pertandingan dan melanjutkan tren positif ini,” ujar Alcaraz.

Lucas Alcaraz

Lucas Alcaraz saat konferensi pers jelang laga Malaga vs Granada

Manajer berkebangsaan Spanyol menambahkan, dengan bekal kemenangan yang diraih pada dua laga sebelumnya. Tingkat kepercayaan diri para pemain meningkat. Sehingga mereka akan bermain dengan kualitas terbaiknya. “Saat ini, para pemain memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Dengan demikian, mereka akan mengeluarkan permainan terbaiknya,” tutup Alcaraz.

Chelsea

Chelsea Nyaman Di Puncak Klasemen

Chelsea yang berhasil mengalahkan Manchester City di depan para pendukungnya sendiri dengan skor yang cukup telak, 1-3. Berhasil tetap mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen. Saat ini, The Blues mengumpulkan 34 poin, yang diraih dari 11 hasil sempurna, satu kali imbang dan hanya merasakan kekalahan sebanyak dua kali saja.

Chelsea

Chelsea berhasil tetap puncaki klasemen setelah kalahkan Manchester City

Kesukseskan Chelsea bertengger di urutan pertama klasemen bukan tanpa alasan. Sang pelatih, Antonio Conte sukses menemukan sebuah racikan tim yang pas. Dimana, sejak Conte menerapkan formasi 3-4-3, Eden Hazard CS belum pernah mengalami kekalahan. Tepatya, delapan kali sejak menggunakan formasi tersebut, berhasil disapu dengan poin penuh. Spesialnya, gawang yang dikawal oleh Thibaut Courtois mencatatkan clean sheet sebanyak enam kali.

Catatan tersebut terasa lebih istimewa lagi, lantaran berhasil melewati hadapan tim-tim besar. Diantaranya yakni, berhasil menundukkan Everton dengan skor yang sangat telak, yakni 5-0. Memenangkan Derby London kala bersua Tonttenham Hotspur dan memberikan rival sekotanya itu kekalahan pertama kalinya di kancah liga domestik. Hadapan tim besar yang terakhir, yakni Manchester City yang sukses dipermalukan dengan skor 1-3 di stadion kebanggaan mereka sendiri.

Sementara kekalahan pertama yang diderita oleh klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu, didapatkan kala bersua Liverpool di hadapan para supporternya dengan skor tipis, 1-2. Sedangkan kekalahan berikutnya diberikan oleh tetangga sekotanya, yakni Arsenal. Meriam London mempermalukan Diego Costa dkk dengan skor yang cukup telak, 3-0. Bahkan, ketiga gol tersebut tercipta pada babak pertama saja.

Namun setelah dua kekalahan beruntun tersebut dalam lanjutan liga Inggris pekan kelima dan keenam, Conte seakan-akan mendapatkan hikmah. Dimana, sejak menelan pil pahit tersebut, mantan manajer Italia, menemukan sebuah racikan tepat bagi skuatnya. Alhasil, sejauh ini belum pernah lagi merasakan kekalahan dan berhak menjadi pemuncak klasemen sementara Liga Inggris.

Ujian Chelsea Selanjutnya

Chelsea berhasil menyapu bersih delapan laga terakhir di kancah liga domestik dan menempatkan mereka di urutan teratas klasemen. Namun, posisinya tak terbilang aman dan dapat turun pada akhir pekan nanti. Saat ini, The Blues mengantongi 35 poin, hanya berjarak tiga poin saja dari Arsenal yang menduduki urutan dibawahnya. Bahkan, di urutan ketiga, hanya berbeda empat angka saja, dimana saat ini dihuni oleh Liverpool.

Chelsea vs West Bromwich Albion

Chelsea vs West Bromwich Albion tersaji akhir pekan

Pasukan Antonio Conte akan menghadapi West Bromwich Albion dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke 15. Laga ini tentu menjadi ujian bagi Eden Hazard CS. Walau lawan yang dihadapi tak terbilang klub papan atas. Namun, WBA saat ini berada di urutan ketujuh dalam tabel klasemen, dimana dalam laga terakhir, mereka berhasil mengalahkan Watford dengan skor 3-1.

Bermain di hadapan para supporter sendiri, tentu menambah motivasi dan kepercayaan diri para pemain. Sehingga, mereka secara garis besar, akan diunggulkan dan keluar sebagai pemenang.

Sehingga, dengan meraih kemenangan, The Blues akan tetap aman berada di puncak klasemen. Tetapi sebaliknya, jika berakhir dengan kekalahan, posisinya terancam oleh Arsenal yang akan bertanding melawan Stoke City sehari sebelumnya.

Conte: Mari Kita Fokus Di Setiap Pertandingan

Antonio Conte

Antonio Conte mengingatkan kepada para pemainnya agar tak jemawa

Pelatih Chelsea, Antonio Conte mengungkapkan bahwa saat ini, para pemainnya tengah berada di tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Namun, Conte mengingatkan agar tak terlalu jemawa dan tetap fokus di setiap laganya. “Para pemain memiliki kepercayaan yang tinggi. Terlebih lagi kita berada di puncak klasemen. Tetapi, bukan berarti perjuangan kita selesai. Kita tetap fokus di setiap laganya, demi meraih kemenangan dan mengangkat trofi di akhir musim,” ungkap mantan manajer Italia.